Kompetensi Keahlian

1. FARMASI

ATT_1432890498101_IMG_20150525_074118

  • Farmasi; Pekerjaan yang sangat didambakan banyak orang untuk bisa bekerja di bidang farmasi. Berawal dari proses pengabdian terlebih dahulu. Seperti halnya dalam bidang obat, makanan, minuman, dan kosmetik. Umumnya ditempatkan pada bagian research and development. Yang bertugas menentukan formula, tehnik pembuatan dan menetukan spesifikasi bahan bahan baku yang akan digunakan. Pekerja farmasi  menerima gaji per tahun mulai dari Rp.47.487.000,00 sampai dengan Rp.86.071.000,00.
  • Dunia Pendidikan; Bagi Kamu yang minat dengan peluang atau prospek kerja farmasi dalam bidang pendidikan bisa menjadi guru atau dosen pada jurusan farmasi. Namun untuk menjadi dosen harus menempuh S2. Peluang sebagai tenaga pendidik dalam bidang farmasi sangat dibutuhkan. Gaji yang akan diterima pada umumnya tergantung jam mengajar serta jumlah kelas yang diampu.
  • Lembaga Pemerintah;Lembaga resmi pemerintah yang mengurus pelegalan obat dan makanan disebut dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Ini dapat Kamu jadikan prospek kerja jika berminat bekerja di bawah naungan pemerintah. Disamping itu bisa mencoba pada lembaga lain yang berada di bawah naungan pemerintah seperti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan). Untuk yang bekerja di BPOM rata-rata gaji yang diterima pada kisaran 3 juta ke atas tiap bulannya. Sedangkan pekerja BPJS kisaran antara 2,5 hingga 16,5 juta, tergantung jabatan yang di duduki.
  • Farmasi Manajemen; Bidang manajemen juga merupakan prospek kerja jurusan farmasi. Manajemen yang dimaksud disini adalah pimpinan yang memiliki tanggung jawab atas berjalannya perusahaan. Apoteker tidak hanya melulu berkecimpung dengan obat. Namun juga harus bisa menciptakan hubungan yang baik dengan teman seprofesi bahkan yang diluar profesi, dan juga bersama pasien. Rata-rata gaji yang diterima per bulan $ 6607730.
  • Menjadi Pengusaha; Untuk membuka apotek harus menempuh jalur pendidikan bangku kuliah selama empat tahun lamanya dan juga ditambah 1 tahun untuk mengikuti program profesi. Setelah semua ditempuh, lalu mengucap sumpah apoteker dan Kamu sudah memperoleh ijin membuka apotek. Apabila membuka apotek secara mandiri setiap hari ada penghasilan yang masuk, sebagai pengganti gaji.
  • Peneliti Farmasi; Lulusan farmasi juga bisa menjadi peneliti farmasi, tidak hanya dalam dunia pendidikan saja. Penelitian yang bisa dilakukan misalnya penelitian terhadap potensi tanaman obat yang saat ini masih melimpah di Indonesia. Bisa juga bekerja di badan penelitian pemerintah misalnya LIPI. Penghasilan yang akan di dapatkan umumnya tergantung pada proyek penelitian.
  • Bekerja Di Sektor Swasta; Perusahaan nasional yang bergerak dalam industri obat-obatan sangat membutuhkan lulusan farmasi seperti halnya Kalbe Farma, Kimia Farma, Mead Johnson, dan lain sebagainya. Untuk penghasilan yang didapatkan rata-rata pada kisaran 4 sampai dengan 8 juta per bulan.
  • Rumah Sakit, Apotek, Dan Laboratorium Klinik; Bidang utama yang memberikan kesempatan besar bagi lulusan farmasi ada pada bidang layanan kesehatan misalnya rumah sakit, apotek dan juga laboratorium klinik. Untuk menjadi seorang apoteker profesional lulusan farmasi wajib mengambil pendidikan profesi apoteker selama 2 semester dengan jangka waktu 1 tahun. Sertifikat yang sudah dimiliki dapat dijadikan bekal untuk menjadi apoteker yang kemudian bisa mendirikan apotek sendiri. Gaji standar yang diberikan untuk apoteker adalah sebesar 1 juta sampai dengan 2,5 juta.
  • Farmasi Komunitas; Selain menjadi apoteker, prospek kerja yang ditawarkan adalah bertanggung jawab terhadap obat yang sudah di tulis pada resep. Jika dikerucutkan lagi bisa bekerja di apotek, puskesmas, klinik, atau bahkan di rumah sakit. Untuk gaji yang diberikan profesi ini sangat bervariasi, pastinya lebih dari 2, 5 juta per bulannya.
  • Bagian Administrasi Pelayanan Obat Pada Instansi Pemerintahan, TNI dan Polri; Seperti yang sudah di ungkap di atas, bahwa farmasi tidak hanya melulu berkecimpung dengan obat-obatan. Namun juga dengan makanan dan minuman, bahkan kosmetik. Misalnya beberapa makanan yang ternyata mengandung bahan kimia dan zat terlarang lain yang bisa diketahui oleh ahlinya saja. Gaji yang untuk profesi ini kisaran 3 juta ke atas

 

2. KEPERAWATAN

IMG_0982

  • Jurusan Keperawatan Jadi salah satu Kebangkitan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negri; Tenaga kerja lulusan keperawatan banyak dibutuhkan di luar negeri. Kebutuhan tersebut bukan hanya pada sector pelayanan kesehatan di rumah sakit, namun profesi perawat dibutuhkan pula sebagai caregiver. Dengan adanya MEA (mayarakat ekonomi asean), Kerjasama ketenagakerjaan Australia-Indonesia baru-baru ini dan Banyaknya negara yang membangun kerjasama di bidang ketenagakerjaan tentu menambah prospek masadepan para lulusan keperawatan. Tidak kurang dari 2 Juta/Tahun Tenag keperawatan yang dibutuhkan di seluruh dunia.
  • Menutupi Kurangnya Tenaga Keperawatan Di Dalam Negri; Jika kita berkaca pada negara jepang, dari 13 juta penduduknya mereka memiliki 1,3 juta perawat. Dengan begitu, setiap 100 orang warga Jepang memiliki 1 orang perawat. Mari kita bandingkan dengan Indonesia, dari 240 juta penduduk Indonesia hanya 654ribu perawat atau 1:366. Ini membutikan bahwa jika kita ingin mengejar indeks kesehatan nasional setidaknya kita membutuhkan 1,7 juta perawat. Ini menjadi signal penting bahwa prospek masa dpan perawat Indonesia di dunia kerja sangat cerah.
  • Perawat Sebagai Tenaga Pendidikan; Dalam menunjang perkembangan dan proses profesionalisasi keperawatan Indonesia, maka diperlukan dukungan sumber daya manusia (perawat) yang berkualitas. Oleh karena itu institusi pendidikan akan memberikan kesempatan kepada para lulusannya, khususnya yang mempunyai kualifikasi baik, untuk bekerja sebagai staf pengajar. Bagi para lulusan yang masih mampu melanjutkan penddikan, dapat meneruskan ke Starta 1 (di Program Studi Ilmu Keperawatan) sampai dengan tingkat doctoral.
  • Sebagai Tenaga Profesional yang dibutuhkan di sector industry; Sudah sejak lama profesi perawat sangat diminati untuk bekerja sebagai karyawan swasta di dunia industry. Dalam standarisasi keselamatan dunia kerja, setidaknya dibutuhkan minimal 2 orang perawat di setiap pabrik. Dengan terus berkembangnya sector industry tentu menyerap banyak tenaga perawat.
  • Perawat Sebagai Tenaga Managerial; Di masa depan diharapkan perawat juga mampu berkiprah dalam kancah pemerintahan dan atau legislatif. Hal ini akan sangat mendukung profesi perawat ikut berpartisipasi dalam menentukan suatu kebijakan-kebijakan pembangunan, yang tentunya akan berdampak positif bagi perawat dalam memperoleh kesempatan.
  • Perawat Sebagai Tenaga Praktisi; Seperti yang kita tahu, perubahan sosial ekonomi dan politik, kependudukan dan IPTEK di Indonesia akan berdampak terhadap perubahan penempatan perawat. Tenaga keperawatan bukan hanya dibutuhkan dalam sector kesehatan dan sector industry, akan tetapi dengan jenjang yang berkelanjutan perawat juga bias masuk kesektor jasa.
  • Sebagai Tenaga Profesional utuk Konsultan; Dimana ada dokter di situ tentu ada perawat, karena untuk memnuhi standar penyembuhan tidak cukup dengan dokter saja, Peran perawat juga sangat dibutuhkan. Nah, dengan hal tersebut banyak dokter yang membuka praktik tentu membutuhkan tenaga keperawatan. Bisa kita hitung berapa jumlah dokter yang membuka Pratik dan berapa kebutuhan perawat untuk mendampinginya
  • Perawat Dapat Menciptakan Lapangan Kerja; Tidak sedikit mereka yang lulusan perawat membuka mampu menjadi pengusaha sukses. Apalagi di era milenial seperti ini, Perawat bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk yang lainnya. Contoh kecilnya, Jasa penitipan bayi dan anak.
  • Perawat Komunitas Warna Baru Dunia Kerja Keperawatan; Dengan sistem yang seperti ini, perawat tidak hanya duduk di tempat pelayanan kesehatan menunggu datangnya klien atau merawat klien yang sudah ada di tempat pelayanan kesehatan. Perawat komunitas juga melakukan pengkajian ke masyarakat atau komunitas untuk mengetahui faktor risiko penyakit, penyakit yang akan muncul akibat faktor risiko tersebut atau penyakit yang sedang dialami di suatu lingkungan masyarakat, serta memberikan pendidikan kesehatan.